Tafakur Pernikahan: Menumbuhkan Bunga Cinta Di Dalam Keluarga

~ Kamis, 16 Desember 2010
Jika kita merasa bahwa kebahagiaan dan rasa cinta yang terjalin di dalam rumah tangga kita masih kurang, maka hendaklah kita mengerjakan shalat tahajud bersama pasangan hidup kita. Sebab, perbuatan tersebut dapat mengisi rumah tangga kita dengan kebahagiaan, kegembiraan, dan cinta.

Rasulullah Saw. bersabda, "Semoga Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun pada sebagian waktu malam, kemudian mengerjakan shalat (malam) dan membangunkan istrinya, dan jika sang istri enggan untuk bangun maka ia akan memercikkan air ke wajah istrinya; dan semoga Allah menyayangi seorang perempuan yang bangun pada sebagian waktu malam, kemudian mengerjakan shalat (malam) dan membangunkan suaminya, dan ketika suami enggan bangun maka ia akan memercikkan air ke wajah suaminya." (HR. Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad).


Rasulullah Saw. juga bersabda, "Barangsiapa bangun pada sebagian waktu malam dan membangunkan istrinya, kemudian mereka mengerjakan shalat dua rakaat maka mereka berdua akan dicatat sebagai bagian dari orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah Swt., baik kaum laki-laki maupun perempuan." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).


Pada suatu malam, Nabi Saw. keluar rumah, kemudian beliau pergi ke rumah Fatimah dan Ali dengan tujuan membangunkan mereka berdua untuk shalat malam. Beliau pun mengetuk pintu rumahnya (tampaknya mereka baru saja bangun tidur). Nabi Saw. bersabda, "Apakah kalian berdua telah shalat malam?" Ali menjawab, "Diri kami ini berada dalam genggaman Allah. Jika Dia menghendaki untuk membangunkan kami, niscaya Dia akan membangunkan kami."


Mendengar jawaban itu, Nabi Saw. pun meninggalkan mereka dalam keadaan marah. Ali berkata, "Saya mendapati beliau berpaling (untuk meninggalkan kami) sambil memukulkan tangannya ke pahanya, lalu beliau membaca firman Allah, 'Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah'." (QS. al-Kahfi: 54).


Nabi Saw. pernah bangun pada suatu malam, kemudian menemukan semua istrinya masih tidur. Beliau pun bersabda, "Siapakah (di antara kalian) yang membangunkan para penghuni kamar (istri-istri)nya? Maka sungguh di hari kiamat mereka akan telanjang." (HR. Bukhari).


Para sahabat Nabi juga mencontoh apa yang dilakukan Nabi tersebut. Umar bin Khaththab membangunkan keluarganya dan membaca firman Allah Swt., "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaha: 132).


Anas bin Malik Ra. selalu membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian. Anas melakukan shalat malam pada sepertiga malam yang pertama, kemudian ia membangunkan istrinya agar mengerjakan shalat malam pada sepertiga malam kedua, lalu istrinya membangunkan anak perempuannya -- yang merupakan anak satu-satunya -- agar mengerjakan shalat malam pada sepertiga malam yang ketiga.


Ketika sang istri wafat, Anas membagi waktu malamnya menjadi dua, separuh untuk dirinya dan separuh yang lain untuk anak perempuannya. Ia mengerjakan shalat malam pada separuh malam yang pertama, sedangkan anak perempuannya mengerjakan shalat malam pada separuh malam lainnya. Kemudian ketika Anas wafat, anak perempuannya berusaha keras untuk mengerjakan shalat malam sepanjang malam.


Inilah salah satu rahasia mengapa Rasulullah menasehati kita untuk mengerjakan shalat tahajud bersama-sama keluarga kita. Karena, ia akan menyuburkan kembali tanah cinta yang semula gersang, memekarkan bunga cinta yang semula kuncup, menambah kedekatan hati dengan pasangan hidup kita. Saat itulah waktu yang sangat jernih untuk menemukan makna cinta dalam satu biduk rumah tangga.


Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan petunjuk agar kita dapat mengerjakan shalat tahajud bersama keluarga kita. Dan, semoga Allah memberikan rahmat-Nya karena apa yang kita lakukan tersebut. Amin ya Rabbal alamiin.

0 komentar:

Posting Komentar