Kiat Sukses Muslimah dalam Mentadaburi al-Quran

~ Rabu, 22 Desember 2010
Seorang muslimah ketika hatinya jatuh hati kepada Kitabullah, niscaya ia meyakini bahwa kesuksesan, keselamatan, kebahagiaan, dan keunggulan terdapat di dalam membaca dan mentadaburi (menghayati dan mengambil makna) al-Quran. Keyakinan ini menjadi titik tolak untuk melesatkan diri mencapai puncak kesuksesan, dan menapaki tangga-tangga kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mengingat manusia pasti memiliki pemahaman yang berbeda satu sama lain dalam memahami ayat-ayat al-Quran dan dalam mengaplikasikannya bagi kehidupan mereka, walaupun kepala sama-sama hitam. Lebih-lebih faktor individu pun berpengaruh. Bisa jadi seorang terbuka pemahamannya terhadap beberapa ayat. Ia lantas terpengaruh dan bisa mentadaburinya. Di lain waktu ia dihadapkan pada satu ayat, namun dirinya tidak mampu menguak maknanya. Ia kemudian terus memikirkannya, mengapa pada ayat yang kemarin dibaca begitu berpengaruh pada jiwanya, sedangkan pada hari ini, bacaan al-Quran yang dia baca tidak mudah ia pahami dan menguak maknanya.

Sebenarnya, memahami al-Quran dan kemampuan diri untuk mentadaburinya adalah pemberian (mauhibah) dari Allah Swt. Dia memberikannya kepada orang yang bersungguh-sungguh memintanya, kemudian menempuh pelbagai cara yang dapat mengantarkan ilmu kepadanya. Inilah yang terjadi pada seorang ulama yang bernama Tsabit al-Bannani. Ia berkata, “Aku geluti al-Quran selama 20 tahun. Lalu baru 20 tahun kemudian aku temukan kenikmatannya.”

Apa yang dikatakan al-Bannani benar adanya. Jadi cobalah Anda berdiri di depan pintu terus-menerus tanpa henti sampai pintu itu terbuka. Dengan catatan, Anda benar-benar memahami keagungan yang Anda cari. Ketika pintu tersebut terbuka, Anda akan memasuki dunia yang tidak ada kata-kata serta ungkapan yang mampu menggambarkan dan mengilustrasikan hakikatnya. Adapun bila Anda tergesa-gesa dan malah memilih pulang, niscaya Anda akan mendapat kekayaan yang begitu agung dan kesempatan yang tidak akan Anda temukan lagi di sisa umur Anda.

Terdapat sepuluh kiat meraih sukses dalam mentadaburi al-Quran:

1. Hati
Hati (qalbu) adalah alat untuk memahami al-Quran. Sedangkan tabiat hati, tunduk pada kehendak Allah yang membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. Jelas, dalam hal ini, seorang hamba sangat membutuhkan Tuhannya yang akan membukakan hatinya untuk memahami al-Quran, sehingga ia berkesempatan untuk menelusuri kandungan dan harta karun al-Quran.

2. Target, tujuan atau urgensi
Maksudnya, menghadirkan target-target dari membaca al-Quran sebagai jawaban dari pertanyaan, mengapa saya membaca al-Quran? Apa tujuan dan manfaat bagi saya dalam membaca al-Quran? Dan seterusnya.

3. Shalat
Maksudnya, agar bisa membaca dengan tadabur harus dalam shalat.

4. Malam hari
Artinya, menitikberatkan semangat membaca al-Quran pada malam hari, yaitu ketika shalat malam (qiyamul lail), di mana pada saat itu waktu yang bersih dan perhatian kita lebih terfokus.

5. Pekan
Ini adalah komitmen untuk mengulang-ulang bacaan al-Quran setiap pecan, walau hanya sebagiannya saja.

6. Hafalan
Yaitu upaya maksimal untuk bisa menghafal al-Quran dan membacanya dengan cara dihafal. Karena dengan cara demikian, si pembaca dapat terfokus dan menyerap pesan dan kesan dari ayat-ayat yang tengah dibaca.

7. Mengulang-ulang
Yaitu mengulang-ulang bacaan ayat-ayat al-Quran.

8. Menghubungkan ayat-ayat
Yaitu menghubungkan ayat-ayat yang dibaca dengan realitas keseharian si pembaca berikut pandangan dirinya terhadap kehidupan.

9. Tartil
Maksudnya, membaca al-Quran dengan perlahan-lahan dan tenang, tidak tergesa-gesa, sebab yang menjadi target adalah pemahaman bukan jumlah.

10. Mengeraskan bacaan al-Quran
Tujuannya agar bisa lebih terfokus dan menyampaikan pesan al-Quran dari dua arah, yakni tulisan dan suara.

Itulah cara dan media yang satu sama lain saling menopang dalam rangka meraih tingkatan tertinggi dalam menghayati al-Quran, mengambil manfaat, dan pengaruh dari al-Quran.       


Rujukan:
Panduan Tadabbur dan Meraih Sukses dengan al-Quran karya Prof. Dr. Khalid bin Abdul Karim al-Lahim

0 komentar:

Posting Komentar